“Jikalau kamu menuruti perintahKu kamu akan tinggal di dalam kasihKu”
Kalau kita melihat sepasang kekasih kelihatannya dunia milik berdua, tidak peduli dengan sekitarnya; yang lain dianggap ‘in de kost”. Bahagia banget melihat mereka, senyum-senyum dan cekikikan sendiri. Maka sering kita mencap mereka “namanya juga lagi pacaran”. Tunggu kalau sudah jadi pasutri. Lho? Memang kenapa? Bukankah cinta yang sama itulah yang membuat mereka melekat satu sama lain, sampai maut memisahkan mereka? Saat masih pacaran berani bilang cinta mati, Apapun yang diminta sang kekasih pasti dituruti. bahkan laut pun diseberangi gunungpun di daki. Kalau yang satu tidak suka bau rokok, pasangannya pasti jauh2 dari rokok. Kalau maunya rambut panjang, pasti si gadis tidak berani memotong rambutnya tanpa ijin sang kekasih. Its so good to be loved !
Yesus telah menyatakan cintaNya pada kita, betul-betul cinta mati, cinta sehabis-habisnya sampai Ia wafat di kayu salib agar kita bisa menikmati kehidupan kekal, padahal kita belum mengenal Dia. Seluruh isi Kitab Suci hanya menyatakan satu hal, bahwa Bapa di Surga sungguh mencintai kita. Yoh 3:16 sehingga Ia sungguh ingin kita kembali hidup bersamaNya. Oleh karenanya Yesus datang ke dunia dengan membawa cinta Bapa di Surga bagi kita. Tanpa kita minta pun Bapa sudah mengaruniakan hidup bagi kita, bumi dan segala isinya termasuk oksigen …for free! Isi Kitab Suci dan InjilNya sudah terbukti, Yesus mengasihi kita. Yang belum terbukti adalah : apakah kita membalas cintaNya? Read the rest of this entry »











Bagaimana menurut Anda?