Lowongan Pekerjaan

7 04 2008

Sering sekali saya menerima kiriman CV via japri. Umumnya mereka yang belum saya kenal ini sering membaca email saya di milis tentang lowongan pekerjaan. Sampai-sampai saya dikira head hunter , seperti mak-comblang antara perusahaan yang butuh karyawan dan yang membutuhkan pekerjaan. Cuma saya tidak masuk kelas PRO, amatir saja lah. Kalau ada yang cocok ya… syukur alhamdulilah.

Saat ini saya juga menjadi mak-comblang, tapi untuk mencari kandidat-kandidat pengurus Dewan Paroki. Tim Panitya Pergantian Dewan Paroki akan mengusulkan para nominator ke Dewan Paroki Harian. Pekerjaan ini jauh lebih sulit dari pekerjaan diatas. Soalnya semua posisi “tidak digaji”, benar-benar pelayanan. Biasanya menjadi pengurus DP lebih sering makan waktu dan makan hati selain juga berkorban materi juga. Jadi gak heran kalau “gak matching”. Ada yang punya kemampuan tapi gak mau terlibat; ada yang mau terlibat tapi minim kemampuan. Ada yang mau terlibat, punya kemampuan tapi bukan model yang bisa kerja dalam tim.

Satu hal yang kurang disadari adalah bahwa pekerjaan ini harusnya menjadikan ‘umat’ paroki merasa kenyang, merasa dipuaskan, merasa diterima dalam kumpulan orang beriman. Umat perlu disapa dan diberdayakan. Mulai dari anak-anak sampai lansia diperhatikan. Kelompok yang berada dan sangat sibuk juga bisa terlibat bersama mereka yang hidupnya pas-pasan. Dari yang gelarnya berderet sampai SSTT (SD Saja Tidak Tamat) juga dilibatkan. Belum lagi banyaknya kelompok etnik seperti di jakarta, supaya jangan ada kesan hanya satu suku yang mendominir. Kalau bisa ada lebih dari 30 % keterwakilan perempuan, masak kalah sama parpol? Read the rest of this entry »