“Ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”
Kalau saja Yesus hidup di jaman sekarang, membayangkan apa yang akan dikatakanNya saat menghampiri saya sedang sibuk bekerja didepan laptop mungkin Ia akan berkata “Ayo ikut Aku, kamu akan saya jadikan konsultan manusia”. Maklumlah profesi saya konsultan yang pekerjaannya membantu perusahaan-perusahaan untuk lebih maju lagi; membantu perusahaan yang sekarang menduduki peringkat pertama di Indonesia, tapi ingin menjadi yang terkemuka ditingkat regional bahkan tingkat dunia.
Kalau anda pengusaha, mungkin Yesus menghampiri anda akan berkata :”Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan pengusaha manusia.” Kalau anda kontraktor, mungkin Yesus akan berkata “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan ‘pembangun’ manusia.” Kemudian bila Yesus datang menghampiri anda saat bekerja, Ia seperti menawarkan pekerjaan baru. Ada Loker Lowongan Kerja di Kerajaan Surga. Ia tawarkan kepada anda – apa yang akan anda ucapkan saat itu ?
Saya bisa memahami bahwa konteks panggilan atau tawaran Yesus kepada setiap pribadi adalah sesuai dengan pemahaman mereka ’saat’ itu. Kejadiannya persis terjadi pada saat para nelayan yang sedang membongkar jaring atau bahkan bersiap-siap pulang, mereka hanya tahu sekitar danau Galilea, kapalnya dan bagaimana menggunakan jaring untuk menangkap ikan. Sehingga saat diajak Yesus, mereka hanya mengandalkan apa yang mereka tahu dalam kesehariannya, betul… hanya memiliki pengalaman dan pengetahuan sebagai nelayan.
Bisa terkaget-kaget mereka kalau saja saat itu Yesus mengajak mereka dengan mengatakan “Mari ikut Aku, kamu akan kujadikan guru.” Lha nelayan tahu apa soal dunia pendidikan? Kemungkinan besar mereka akan menolak tawaran Yesus seketika itu juga, wah kami bukan ‘keturunan’ guru – gak tahu apa-apa tentang bagaimana mengajar dan diajar.
Bukan mereka yang memilih Yesus, tetapi inisiatif datang dari Yesus. Ia memilih mereka terlebih dulu. Read the rest of this entry »
Bagaimana menurut Anda?