Tuhan
Engkau tahu sudah 18 malam aku di penampungan penjara
aku tidak tahu sampai kapan aku harus di sini
sampai kapan aku harus begini
Tuhan
temanku yang sama – sama pindah dari penjara sebelumnya di penampungan ini
sudah pindah ke Blok
malam ini dengan rendah hati aku bertanya padaMu Tuhan
kapankah aku Tuhan beri pindah ke Blok ?
atau aku di sini hanya menunggu transit pindah ke Nusa Kambangan saja ?
suatu penjara yang jauh dari bapak tua yang banyak membantu aku selama aku di sini
dan juga jauh dari bapak pelayanan penjara yang sering membantu aku
tolong jawab aku Tuhan Read the rest of this entry »
Doa Dibalik Terali Besi
6 02 2010Comments : Leave a Comment »
Categories : Kesaksian
Diantara Binatang
4 02 2010“Pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat”
Seandainya para murid Yesus saat itu diutus ke Indonesia, maka yang harus dibekali bukan hanya kuasa atas roh-roh jahat, tetapi juga kuasa atas para binatang, karena negeri ini semakin banyak binatang yang berkuasa dan bertikai, mulai dari tikus para pejabat korup, ayam betina untuk pejabat lembaga peradilan, cicak untuk KPK dan buaya untuk POLRI, serta terakhir adalah kerbau, dengan demikian mereka dapat menjadi jinak.
Sebelumnya, dijaman orde baru juga banyak binatang yang menjadi terkenal, seperti kuku-kupu malam untuk perempuan penjual jasa sex, kambing hitam, nyamuk pers (wartawan) kemudian binatang jangkrik ketika dipopulerkan oleh wartawan harian Kompas yang memberi istilah pada komputer rakitan lokal (kelas bawah) dan sebagainya, kesamaan penggunaan istilah binatang-binatang ini pada era orde baru dan sekarang adalah konotasi negatif yang dikesankan.
Bedanya, kalau dulu penguasa memberikan istilah negatif kepada rakyat, sekarang rakyat mengembalikan istilah tersebut kepada penguasa, jadi hal ini wajar terjadi, karena rakyat cepat belajar dan tidak lupa. Maka inipun harap menjadi perhatian yang serius, bukan tidak mungkin, sikap-sikap represif atau kesewenang-wenangan penguasa yang makin sering ditonjolkan ini semakin ditiru oleh rakyat, karena tren kearah tersebut sudah semakin kental, ditandai dengan munculnya kembali milisi (sipil yang berbau militer) berbasis agama atau suku serta gerakan perlawanan rakyat di pedalaman. Read the rest of this entry »
Comments : Leave a Comment »
Tags: binatang, murid, negara, sendiri, setan, teman
Categories : Renungan Harian
Tidak Dihormati Keluarga
3 02 2010“Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka”
Ibu pernah bercerita saat bapak memutuskan meninggalkan karirnya di pemerintahan, waktu itu posisi terakhirnya sebagai pembantu menteri (Dirjen-lah kalau sekarang) dan memutuskan menjadi wiraswasta sepenuhnya, keluarga besar seperti kakak adik mereka memberikan komentar yang cukup keras juga. Maksudnya mungkin baik, sudah bagus-bagus punya karir yang pasti kok malah dilepas untuk sesuatu yang tidak pasti. Lebih baik masuk dunia pendidikan karena keluarga kita kan keturunan guru dan pendidik, gak ada yang jadi pengusaha. Apalagi di jaman itu jarang sekali etnis jawa berbisnis, lha yang warga keturunan saja masih dihitung jari – kebanyakan pedagang dari etnis padang, keturunan arab dan fihak asing. Toh akhirnya mereka berdua bertahan dan terus maju menghadapi tantangan puluhan tahun. Walhasil sejalan dengan keberhasilan mereka, banyak keponakan yang dibiayai sampai menjadi sarjana.
Demikian juga saat saya memutuskan menjajal dunia politik dengan masuk ke salah satu parpol, ada kesan’berat’ untuk bisa diterima oleh keluarga besar. Mungkin maksudnya juga karena sayang dengna saya dan tidak ingin saya kecewa, beberapa orang yang boleh dikata sesepuh mengatakan: Apa kamu yakin kamu bisa bertahan disana (politik)? Politik itu kejam, politik itu kotor … bla…bla… bla bahkan keluarga kitapun tidak ada yang terjun didunia politik. Coba pikirkan baik-baik. Saya tetap melangkah dengan mengandalkan restu suami dan bapak – waktu itu ibu sudah meninggalkan kami terlebih dulu. Tapi saya yakin ibu pasti senantiasa mendoakan dari atas sana seperti kebiasaannya berdoa dengan menyebut nama kami satu persatu setiap hari dari pagi sampai malam, baik dalam doa pribadinya maupun dalam persekutuan doa dan doa lingkungan.
Kita hidup didalam tradisi timur dimana banyak sekali pertimbangan keluarga plus keluarga besar termasuk ipar bisa menjadi ikut penentu arah dalam pengambilan keputusan. Coba lihat saja kalau ada pasangan menikah tanpa dirayakan dengan mengundang keluarga, reaksinya bisa wuaaaah.. kebanyakan sih negatif. Read the rest of this entry »
Comments : Leave a Comment »
Tags: doa, galilea, keluarga, politik, sarjana, wiraswasta
Categories : Renungan Harian
Anak Emas Tuhan : Kesaksian Bpk Rudy Pesik – CEO DHL
3 02 2010Berikut ini saya bagikan kesaksian pengalaman iman Bpk. Rudy Pesik (CEO DHL) pada acara Seminar Fruitful Business: Jesus @ Work yang diadakan oleh Kelasi SEP Executive (Shekinah) pada tanggal 14 Januari 2010 di Hotel ShangriLa. Seminar ini dihadiri lebih dari 400 peserta pengusaha dan profesional katolik. Pemaparan dua nara sumber lainnya yang mewakili dunia market place dan dunia rohani, ternyata bisa terjadi melalui kesaksian iman Rudy Pesik. Menjadi orang sukses bukan hanya di Indonesia, tapi dikenal dan disegani pebisnis di Asia dan dunia barat, semua dimulai dari iman yang teguh. Sukses yang dicapainya didunia bisnis sampai usianya 70 tahun ini bisa diraih….. tanpa terlibat suap menyuap dan berbagai praktek kotor dunia bisnis dan politik. Semoga kesaksian ini juga menjadi berkat bagi anda, karena anda juga anak emas Tuhan.
Saya bicara agak lain dengan pembicara sebelumnya. Kalau mas Agung, romo William dan pak Steve bicara ’seharusnya’, saya bicara tentang apa yang terjadi ’sesungguhnya’ pada diri saya.
Saya ambil topik menggelitik, saya adalah anak emas Tuhan. Saya sangat terharu, kalau mesti menceritakan sukses dari kecil tak lain tak bukan semuanya ini dari Tuhan. Maka saya menganggap bisa menjadi saya seperti ini. Tadi dikatakan saya punya 70 perusaahaan lebih, sekarang sudah 82 perusahaan saya. Dan lebih dari 100 kegiatan sosial karena saya banyak sekali terlibat dalam kegiatan sosial; non politik tapi membantu di mana-mana termasuk ditarik-tarik oleh teman saya, Yunardi, yang dulu pernah jadi anak buah saya di IBM. Dia getol sekali membuat kegiatan baru dan selalu mengajak saya untuk masuk. Salah satu yang kami buat adalah PT Indonesia Kebanggaanku dimana segala sesuatu yang membanggakan Indonesia kami promosikan.
Saya ingin mulai dari pengalaman dan pergulatan iman.
Saya ini adalah anak keluarga broken home, saya ditinggal ayah saya ketika berusia 6 tahun. Saya hidup bersama ibu saya seorang pegawai negeri sederhana dan sangat sayang pada saya, luar biasa pengalaman hidup saya dan rasanya tak masuk diakal, makanya ini semua pasti karena Tuhan, bukan karena ibu saya saja.
Pertama-tama saya sebagai anak yang sederhana bisa masuk ke sekolah Eropa, bukan sekolah Indo atau jawa tapi Eropa yang biasnaya hanya top people yang bisa masuk. Biasanya orang yang sangat terpilih yang bisa masuk dan anehnya saya bisa masuk kesitu.
Karena miskin tiap kali harus naik bis, dari Sawah Lunto di Pasar Rumput ke jalan Gunung Sahari. Ibu saya menyisihkan uang untuk saya bisa naik bis. Tapi saya memilih jalan kaki, uangnya saya kembalikan pada ibu. Sejak saya umur 6 tahun, jalan kaki dari Pasar Rumput sampai Gunung Sahari setiap hari. Ada waktunya dimana sekolah sangat sulit karena brudernya menentukan sehari harus 2x ke sekolah. Saya tidak mampu untuk jalan bolak balik sehingga memilih tinggal di sekolah atau menunggu di rumah teman sampai sore baru ke sekolah lagi. Tetapi luar biasa, uang sedikit yang diberikan ibu selalu saya kembalikan, yang luar biasa hampir tiap hari saya menemukan uang di jalan. Bukan uang receh, tapi uang kertas, saya selalu jalan dengan menunduk ke jalan. Hampir setiap hari saya dapat uang, darimana datangnya uang itu? Maka saya sangat percaya itu datang dari Tuhan. Read the rest of this entry »
Comments : 3 Comments »
Tags: iman, Maria, miskin, pengusaha, rudy pesik, sendangsono
Categories : Kesaksian
Anak Sulung Milik Tuhan
2 02 2010“Mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkanNya kepada Tuhan”
Saya dilahirkan sebagai sulung dari 7 bersaudara. Adik saya, anak kedua, laki-laki setahun lebih muda dari saya, lalu yang ketiga laki-laki… eh yang ke empat ibu melahirkan laki-laki lagi. Waktu saya berusia sekitar 8 tahun melihat ibu hamil lagi saya berdoa semoga perempuan… lhooo, kok laki-laki lagi. Nah sampailah saya pada keraguan akan ‘kesulungan’ saya. Saya ingat saya menjadi begitu pemurung saat itu, karena sering merenungkan dan menduga-duga. Jangan-jangan saya ini anak pungut, anak asuh atau titipan orang. Karena seharusnya anak sulung bapak ibu jangan-jangan laki-laki.
Saat saya menanyakan pada ibu, kenapa saya ‘lain’ dibandingkan adik-adik saya? Maksudnya sebenarnya adalah, kenapa saya jadi perempuan sendiri diantara empat anak laki-laki bapak ibu. Dengan sabar dan penuh kasih ibu memeluk saya, ia tidak marah mendengar pertanyaan anak perempuan (tapi lebih sering merasa sebagai anak laki-laki… hahaha… maklum adiknya laki-laki semua). Lalu diceritakanlah bagaimana kisah cinta bapak ibu yang merupakan kesaksian iman. Mereka menemukan Tuhan dulu dalam kehidupan mereka, baru dipertemukan satu sama lain. Dengan doa yang berkepanjangan bahkan sempat terpisah diseberang lautan, toh akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menikah.
Satu permintaan yang dinaikkan adalah datangnya seorang anak, mengingat usia bapak ibu cukup lanjut karena mereka menginginkan pernikahan katolik, sekali untuk seumur hidup. So, lebih baik menunggu datangnya saat indah dari Tuhan. Ternyata tidak lama kemudian mereka hamil, dan lahirlah saya. Mereka tidak minta perempuan atau laki-laki, tetapi anak sulung yang diberikan Tuhan sungguh merupakan jawaban Tuhan atas doa bapak ibu. Maka ibu mengatakan : kamu memang bukan hanya anak bapak-ibu, tapi kamu adalah milik Tuhan yang berharga yang diberikan bagi kami sebagai hadiah kesetiaan kami pada Tuhan, menunggu sekian lama untuk dapat mempersembahkan pernikahan katolik. Read the rest of this entry »
Comments : Leave a Comment »
Tags: laki-laki, perempuan, providentia devina, simeon, sulung
Categories : Renungan Harian
Meraih Sukses Bersama Yesus (William Chang OFMCap)
2 02 2010Berikut ini saya bagikan materi yang disampaikan oleh Romo William Chang OFM Cap (Vikjen Keuskupan Pontianak) pada acara Seminar Fruitful Business: Jesus @ Work yang diadakan oleh Kelasi SEP Executive (Shekinah) pada tanggal 14 Januari 2010 di Hotel ShangriLa.Seminar ini dihadiri lebih dari 400 peserta pengusaha dan profesional katolik. Semoga juga menjadi berkat bagi anda.
Shalom, saya pikir pada kata shalom termasuk arti sukses karena dalam shalom terdapat kesehatan , kebaikan, berkat dst. Bagaimana bersama Yesus meraih sukses di tahun ini yang dikatakan sebagai tahun “macan”.
TAHUN MACAN
Lima sifat macan
1. Ganas tapi tidak makan anak
2. Dalam tahun macan kita diminta berpikir sebelum beraksi, kadang manusia beraksi dulu baru berpikir
3. Tidak gegabah, waktu tersedia, segalanya akan indah pada waktunya
4. Jaga kesehatan tanpa kesehatan, kerja sukses apapun akan sulit, kita berdoa “berilah makanan pada hari ini”, kita ganti menjadi : berilah rejeki, kesehatan termasuk makanan kita
5. Global Warming, bukan dari peramal – hanya diistilahkan saja: keadaan cuaca kurang baik, tadi dikatakan hampir mendung, lalu romo Broto datang mendung diusir.
Pertanyan yang akan muncul, bagaimana murid Yesus menanggapi tahun ini.
Tentang Ramalan Read the rest of this entry »
Comments : Leave a Comment »
Tags: macan, manager, ramalan, sukses, tahun macan
Categories : Artikel











Bagaimana menurut Anda?